Pengguna Android sebelumnya hanya bisa mengunduh aplikasi Epic Games melalui situs resmi Epic Games dan menginstalnya dalam format APK. Namun, situasi ini berubah setelah keputusan pengadilan terbaru terkait gugatan anti-monopoli yang diajukan oleh Epic Games terhadap Google.
Pengadilan memutuskan bahwa mulai 1 November 2024 hingga 1 November 2027, Google wajib membuka Play Store mereka untuk toko aplikasi pihak ketiga. Pengembang aplikasi juga akan diizinkan menggunakan metode pembayaran alternatif tanpa harus melalui Google Pay atau Google Play Billing, serta diperbolehkan menawarkan metode pengunduhan di luar Play Store milik Google.

Selain itu, Google dilarang menawarkan insentif kepada pengembang untuk merilis aplikasi secara eksklusif di Play Store atau mencegah peluncurannya di toko aplikasi lain. Aturan serupa berlaku untuk pra-instalasi Google Play di perangkat Android, sehingga operator seluler tidak boleh dipaksa menginstal Play Store sebagai satu-satunya pilihan.
Meskipun Google tetap diperbolehkan untuk mengendalikan aspek keselamatan dan keamanan Play Store, mereka harus membentuk komite teknis yang terdiri dari tiga anggota untuk mengawasi implementasi aturan baru ini. Komite ini akan dipilih bersama oleh Google dan Epic Games dalam waktu delapan bulan.
Kemenangan ini dianggap sebagai langkah besar bagi Epic Games, yang telah menentang monopoli Google sejak tahun 2020. Sementara itu, Google berencana mengajukan banding dengan alasan bahwa keputusan ini dapat membawa dampak negatif bagi konsumen, pengembang, dan produsen perangkat di Amerika.















































