Pre-order Assassin’s Creed Shadows telah menimbulkan kekhawatiran besar bagi Ubisoft dan para investornya. Menurut laporan dari seorang kreator konten YouTube bernama Endymion, angka pre-order gim ini hanya mencapai 7% dibandingkan dengan Assassin’s Creed Valhalla pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan penurunan minat yang sangat signifikan dibandingkan seri sebelumnya.
Laporan tersebut memicu perdebatan di kalangan industri, terutama karena beberapa pihak masih meyakini bahwa angka pre-order akan meningkat setelah Assassin’s Creed Shadows dirilis di platform Steam. Harapan ini didasarkan pada potensi penjualan yang lebih besar melalui platform tersebut, meskipun angkanya saat ini tergolong rendah.

Namun, situasi semakin rumit dengan adanya kontroversi dan penundaan perilisan gim ini. Ubisoft memutuskan untuk menunda peluncuran hingga Februari 2025, memberikan alasan perlunya waktu tambahan untuk menyempurnakan pengalaman bermain dan memperbaiki beberapa masalah.
Beberapa masalah yang disebutkan termasuk kesalahan historis dan budaya yang ditemukan oleh komunitas pemain dan pakar sejarawan. Perusahaan mengakui bahwa mereka perlu waktu lebih lama untuk memastikan gim ini memiliki dasar historis yang kuat dan sesuai dengan standar serial Assassin’s Creed.

Dengan angka pre-order yang rendah dan berbagai tantangan lain yang dihadapi, masa depan Assassin’s Creed Shadows masih menjadi topik diskusi di kalangan gamer dan pengamat industri, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari Ubisoft.















































