Qualcomm dilaporkan tengah mendekati Intel untuk mengakuisisi sebagian bisnisnya, langkah yang berpotensi membawa perubahan besar di industri semikonduktor. Meskipun kesepakatan ini masih dalam tahap awal, ketertarikan Qualcomm muncul di tengah kesulitan yang dialami Intel, termasuk kerugian finansial dan pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran.
Intel mengalami kerugian sebesar USD 1,6 miliar dan memangkas tenaga kerja hingga 15% pada bulan Agustus lalu. Situasi ini menempatkan Intel pada posisi terlemah dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, Intel juga kehilangan kepercayaan pengguna karena masalah pada chip generasi ke-13 dan ke-14 yang mengalami kerusakan permanen, yang menimbulkan frustrasi di kalangan gamer PC terkait Bottleneck dan Blue Screen.

Keberhasilan Qualcomm dengan prosesor Snapdragon di pasar PC mendorong ketertarikannya untuk mengakuisisi Intel. Namun, rencana ini diperkirakan akan menghadapi pengawasan ketat dari regulator, mirip dengan kasus Nvidia yang gagal dalam mengakuisisi ARM.















































