Nintendo baru saja meluncurkan layanan streaming musik untuk gim-gim mereka, namun langkah ini menuai beragam tanggapan. Beberapa pihak mendukung keputusan Nintendo dalam mengontrol distribusi musik demi menjaga kualitas, sementara pihak lainnya berpendapat musik-musik tersebut sebaiknya dirilis di platform streaming yang sudah ada.
Namun, laporan dari Game Developer menyebutkan bahwa aplikasi Nintendo Music ini tidak memberikan kredit kepada komposer-komposer musik gim yang terlibat. Ketika pengguna memeriksa informasi lagu dalam aplikasi, hanya muncul nama gim dan hak cipta Nintendo, tanpa menyebutkan siapa pencipta musiknya.

Masalah ini pertama kali diketahui oleh para pengembang dan komposer musik gim setelah aplikasi tersebut diluncurkan pada 30 Oktober 2024. Salah satu yang menyoroti hal ini adalah asisten editor audio, Nabil Mehari, yang menyayangkan ketiadaan kredit bagi artis-artis musik terkenal seperti Koji Kondo dan Ryo Nagamatsu.
“Sekali lagi Nintendo mencoba mempertahankan ilusi bahwa semua yang mereka rilis adalah karya monolit mereka sendiri, dan itu sangat mengecewakan,” tulis Mehari dalam kritiknya. Ia mengungkapkan kekecewaan bahwa kontribusi komposer terkenal diabaikan begitu saja oleh Nintendo.
Nama-nama lain yang tidak dicantumkan mencakup Yuka Tsujiyoko, yang berkarya untuk seri gim Fire Emblem, dan Kenji Yamamoto, pencipta musik di balik Metroid Prime. Absennya nama-nama ini menambah daftar panjang komposer yang tidak disebutkan dalam kredit.

Hingga kini, Nintendo belum memberikan penjelasan resmi terkait kebijakan ini. Penyebab ketidakhadiran kredit komposer dalam layanan musik Nintendo masih belum jelas, meskipun kontroversi ini terus berlanjut di kalangan penggemar dan penggiat industri.















































