Ubisoft telah merespons rumor tentang rencana akuisisi oleh Tencent, salah satu perusahaan gim besar asal Tiongkok. Dalam pernyataannya, Ubisoft menyampaikan bahwa mereka secara rutin meninjau opsi strategis yang terbaik demi kepentingan para pemegang saham. Mereka juga berjanji akan menginformasikan pasar jika ada perkembangan penting.
Laporan dari Bloomberg mengungkap bahwa Tencent bersama keluarga Guillemot, pendiri Ubisoft, sedang mencari cara untuk menstabilkan perusahaan dan meningkatkan nilainya. Ini terjadi setelah harga saham Ubisoft turun 19% bulan lalu, menyusul penundaan peluncuran Assassin’s Creed Shadows dan penjualan Star Wars Outlaws yang lebih rendah dari ekspektasi.
Menurut Bloomberg, salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menjadikan Ubisoft sebagai perusahaan tertutup. Tencent saat ini memiliki sekitar 10% saham Ubisoft dan juga 49,9% saham di Guillemot Brothers Ltd., yang memiliki pengaruh besar dalam perusahaan. Di sisi lain, Ubisoft mengungkapkan fokusnya pada pengembangan gim open-world dan layanan gim live service.

Ubisoft juga telah mengalami banyak perubahan dalam setahun terakhir. Pada November lalu, perusahaan ini memberhentikan puluhan pekerja di bidang IT dan spesialis efek. Pada Januari, mereka juga melakukan perombakan besar dalam layanan berlangganan mereka.
Dengan tantangan yang dihadapi, Ubisoft terus mencari strategi yang tepat untuk memperkuat posisinya di pasar gim global. Upaya ini diharapkan dapat membantu perusahaan keluar dari situasi sulit yang dihadapi selama beberapa waktu terakhir.















































