Godot adalah sebuah engine gim open-source yang gratis digunakan oleh siapa saja untuk mengembangkan karya mereka, mirip dengan Unity dan Unreal Engine. Aplikasi ini telah digunakan oleh banyak pengembang gim di seluruh dunia. Namun, baru-baru ini, tweet dari Community Manager Godot memicu kontroversi yang melibatkan komunitas pengembang.

Pada akun X resmi @GodotEngine, Community Manager Godot menulis, “Rupanya mesin permainan sudah mulai woke sekarang? Kalau begitu, kami tidak akan mengeluh. Tunjukkan permainan #wokot Anda di bawah ini.” Tweet ini memicu reaksi keras dari beberapa pengembang gim yang merasa tersinggung dengan penggunaan istilah “woke” dalam konteks tersebut.
Beberapa pengembang yang menyuarakan ketidaksetujuan mereka melalui akun X Godot langsung diblokir oleh Community Manager. Alasan yang diberikan adalah bahwa mereka tidak berhak mengkritik grup tertentu, dan moderator Discord Godot juga dianggap memberikan respons yang “toxic”. Bahkan, salah satu donatur terbesar Godot, Titanium, mengeluhkan bahwa fokus Godot seharusnya pada pengembangan engine, bukan politik. Seorang pengembang dari LifeArtStudios, Starkium, juga mengalami hal serupa, meskipun akhirnya blokir terhadapnya dicabut.

Tidak hanya di X, pengembang yang berkontribusi pada proyek Godot melalui GitHub juga terkena imbas dari kontroversi ini. Blokir ini menambah frustrasi komunitas, karena mereka merasa proyek open-source seperti Godot harusnya terbuka untuk semua orang, bukan dibatasi karena perbedaan pandangan politik.
Hingga artikel ini ditulis pada 30 September 2024, pihak Godot belum memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan ini. Komunitas pengembang masih menunggu respons yang lebih jelas dari pihak Godot mengenai langkah yang akan diambil ke depannya.















































