Antusiasme gamer terhadap perilisan Dragon Age: Veilguard pada 31 Oktober 2024 semakin meningkat. Namun, penambahan karakter non-biner dalam game ini tidak sepenuhnya diterima oleh para pemain lama. Salah satu karakter baru, Taash, menggunakan kata ganti they/them, menjadikannya karakter non-biner pertama dalam seri Dragon Age. Direktur game tersebut menyatakan bahwa ini merupakan upaya BioWare untuk merangkul keberagaman gender, sekaligus memberikan opsi bagi pemain untuk membuat karakter non-biner atau yang “netral” dalam game.

Beberapa penggemar menyambut baik langkah ini dan memuji desain karakter serta penceritaan yang lebih inklusif. Mereka merasa bahwa penambahan elemen keberagaman dalam permainan akan membuat dunia Dragon Age lebih hidup dan mencerminkan identitas yang berbeda dari para pemain. Langkah ini dianggap sebagai perkembangan positif dalam industri video game yang semakin berusaha menghadirkan representasi yang lebih luas.
Namun, tidak semua gamer setuju dengan perubahan ini. Beberapa dari mereka menganggap bahwa fokus pada inklusivitas ini justru mengurangi kedalaman alur cerita dan elemen dark fantasy yang telah menjadi ciri khas seri Dragon Age. Mereka juga khawatir bahwa game ini lebih menekankan aspek seperti simulator romansa, sehingga menghilangkan elemen politik kompleks dan kekerasan yang mendominasi seri sebelumnya.

Selain itu, beberapa pemain merasa bahwa penambahan karakter non-biner tampak dipaksakan dan tidak perlu, karena mengganggu latar belakang fantasi yang seharusnya menjadi fokus utama permainan. Mereka berpendapat bahwa narasi dan pembangunan dunia seharusnya menjadi prioritas, daripada menyisipkan isu sosial atau politik modern ke dalam cerita.
Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini?















































