Starfield, game ambisius dari Bethesda yang diharapkan menjadi penerus sukses The Elder Scrolls V: Skyrim, kini menghadapi kenyataan pahit. Hanya dalam lima bulan setelah perilisannya, game ini mengalami penurunan drastis dalam jumlah pemain, kehilangan lebih dari 97% basis pemain di platform Steam.
Debut yang Mengecewakan
Starfield gagal memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan oleh Bethesda dan Microsoft. Kurang dari enam bulan setelah peluncuran, basis pemain di Steam merosot hingga 97%. Saat ini, Starfield hanya menarik kurang dari 9.000 pemain secara bersamaan di Steam, jauh di bawah puncak sebelumnya yang mencapai 330.273 pemain. Sebagai perbandingan, Skyrim masih mampu mempertahankan lebih dari 25.000 pemain aktif pada waktu yang sama.

Ulasan yang Beragam
Meskipun ulasan Starfield menunjukkan sedikit peningkatan dibandingkan dengan kritik awal yang kurang menguntungkan, situasi ini tetap menjadi tantangan serius bagi Bethesda. Perlu dicatat bahwa data dari Steam tidak memperhitungkan pemain yang membeli game melalui Xbox Store atau memainkannya melalui Game Pass. Namun, terlepas dari hal ini, banyak pemain merasa pengalaman bermain yang ditawarkan tidak sebanding dengan ekspektasi dan investasi yang telah mereka keluarkan.

Ambisi Besar, Hasil Kurang Memuaskan
Bethesda awalnya memiliki ambisi besar untuk Starfield, dengan rencana merilis pembaruan setiap enam minggu. Meskipun pembaruan terbaru mencakup lebih dari 100 perbaikan, konten tambahan yang diharapkan pemain masih terbilang terbatas. Upaya peningkatan terus dilakukan, termasuk penambahan fitur “semua cara bepergian yang baru.” Namun, hingga saat ini, modifikasi (mod) buatan komunitas menjadi penyelamat utama bagi para pemain.
Tantangan Eksplorasi dan Masa Depan yang Tidak Pasti
Starfield menawarkan lebih dari seribu dunia untuk dieksplorasi, termasuk lokasi seperti New Atlantis dan Neon City. Namun, eksplorasi planet yang terasa kosong dan kurang hidup menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh game ini. Mengatasi isu-isu tersebut menjadi tugas berat bagi Bethesda, terutama dengan reputasi Starfield yang mulai menurun di mata para pemain.
















































