Rumor terbaru mengungkap kemungkinan Microsoft beralih dari AMD ke Intel untuk memproduksi konsol Xbox generasi terbaru. Meskipun sebelumnya ada spekulasi bahwa Microsoft mungkin akan keluar dari bisnis konsol, laporan terkini menunjukkan bahwa Intel tengah berusaha keras untuk mendapatkan kontrak tersebut. Jika berhasil, ini bisa menjadi langkah besar bagi teknologi Arc milik Intel, yang baru-baru ini diluncurkan dan berpotensi menarik perhatian lebih luas.
Hingga kini, AMD telah menjadi mitra utama Microsoft, menyediakan APU untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Namun, meskipun sebelumnya Intel tidak terlalu menunjukkan minat besar di pasar konsol, kabar mengenai potensi kerjasama dengan Xbox menjadi perhatian banyak pihak.
Meski Nvidia dan Intel belum begitu aktif di industri konsol, Intel telah menunjukkan keterlibatannya di pasar PC gaming, terutama melalui kemitraannya dengan MSI Claw.
Menurut webcast Moore’s Law Is Dead pada 2 Februari, AMD telah menandatangani dua kontrak dengan Sony untuk pengembangan konsol. Sementara Intel dan Nvidia memiliki kesempatan yang sama, Nvidia tampaknya tidak seantusias saat mereka terlibat dalam sistem Xbox generasi sebelumnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa kabar ini belum dapat dipastikan. Informasi tersebut berasal dari Moore’s Law Is Dead, dan Microsoft dikenal sulit dalam hal penguncian kontrak perangkat keras. Ini berarti, kesepakatan dengan AMD untuk konsol Xbox baru masih sangat mungkin terjadi. Tidak tertutup kemungkinan pula bahwa tidak akan ada perangkat keras baru yang dirilis.
Seluruh situasi ini menambah ketidakpastian terkait masa depan kemitraan antara Microsoft dan AMD. Sementara Intel berusaha untuk mengamankan posisinya, hanya waktu yang akan membuktikan apakah rumor ini akan terwujud. Persaingan antara AMD dan Intel untuk menciptakan CPU gaming terbaik di konsol tampaknya akan segera memanas.













































